SEARCH TOURISM

Showing posts with label Tourism News. Show all posts
Showing posts with label Tourism News. Show all posts

Akses ke Objek Wisata Tangkahan Rusak Parah

>> Wednesday, August 20, 2008

Jalan yang menuju ke kawasan objek wisata Tangkahan, kabupaten Langkat, Sumatera Utara saat ini dalam kondisi rusak parah. Selain banyak jalan berlubang hingga kedalaman setengah meter, banyak jembatan dalam kondisi rapuh dan mudah sekali ambruk jika dilewati kendaraan melebihi batas muatannya.
Kerusakan jalan ini membuat jarak dari Medan menuju Tangkahan sepanjang 93 kilo meter ditempuh dalam waktu yang relatif sangat lama, lima hingga enam jam. Kondisi jalan yang beraspal praktis hanya sampai di sekitar Pasar Batang Serangan. Padahal dari Pasar Batang Serangan menuju Tangkahan yang masih berjarak 30 kilo meter kondisi jalannya hampir semuanya tak beraspal.
Bila turun hujan, kondisi jalan dari Pasar Batang Serangan menuju Tangkahan bak kubangan. Perjalanan Kompas menuju Tangkahan hari Senin (18/8) lalu sempat tertahan di tengah jalan, karena ada truk pengangkut tandan buah segar (TBS) kelapa sawit yang terjebak setelah roda depan truk tersebut terjebak di jalan berlumpur.
Di beberapa titik terdapat jembatan yang kondisinya sangat rapuh. Rata-rata konstruksi jembatan terbuat dari kayu dan tak kuat menahan beban kendaraan dengan tonase besar. Padahal kendaraan yang melintas di jalan tersebut selain bus jurusan Medan-Tangkahan, juga truk-truk pengangkut TBS sawit serta CPO (crude palm oil/minyak kelapa sawit). Pengemudi yang melintasi jembatan tersebut harus ekstra hati-hati bila tak mau terguling kendaraannya.
Menurut Ketua Harian Lembaga Pariwisata Tangkahan (LPT) Seh Ukur Sembiring jalan yang rusak membuat wisatawan enggan mengunjungi Tangkahan. Pemerintah daerah kata Seh Ukur seperti tak peduli dengan kondisi rusaknya jalan. PTPN II yang memiliki kebun hampir di sepanjang jalan antara Batang Serangan menuju Tangkahan kata Seh Ukur juga kurang peduli dengan rusaknya jalan, meski kendaraan mereka tiap hari melewati jalan tersebut.
"Masyarakat terpaksa berswadaya memperbaiki jalan, tetapi kemampuan kami kan juga terbatas.Paling yang diperbaiki hanya jalan yang mendekati Tangkahan," katanya. Dana swadaya masyarakat dari tiket masuk menuju Tangkahan, kata Seh Ukur terpaksa digunakan untuk memperbaiki kondisi rusaknya jalan. Padahal kalau pemerintah daerah mau memperbaiki jalan ini, katanya, masyarakat rela harus menyerahkan semua pemasukan dari obyek wisata di Tangkahan untuk pemerintah.
Denny, wisatawan asal Labuhan Batu mengatakan, dari obyek wisata yang ditawarkan sebenarnya Tangkahan sangat sempurna sebagai ecotourism unggulan di Sumut. Sayangnya kondisi jalan menuju Tangkahan rusak parah.
"Entah apa yang diperbuat Bupati Langkat selama ini untuk memperbaiki kondisi tersebut. Padahal kalau melihat jumlah wisatawan yang datang ke Tangkahan, ini jelas potensi yang besar," ujarnya.
Kepala Badan Pariwisata Daerah Sumut Henry Hutabarat mengatakan, dia akan menyurati Gubernur Sumut Syamsul Arifin yang juga bekas Bupati Langkat agar mau membenahi jalan menuju Tangkahan.
"Ini harus jadi catatan Gubernur Sumut karena Tangkahan kan dulu juga wilayah dia. Kalau memang Gubernur ingin rakyatnya tidak lapar, salah satunya dia harus mau memperbaiki jalan menuju Tangkahan agar kondisi perekonomian masyarakat di sana juga meningkat," ujar Henry.
Sumber: Kompas, Rabu, 20 Agustus 2008

Read more...

Ecotourism conference held in Bali

>> Thursday, July 17, 2008

A conference on ecotourism is being held in Bali by the Forum for East Asia and Latin America Cooperation (FEALAC) from July 17 to 18.
"The countries in the two regions (East Asia and Latin America) have the world's best ecotourism destinations and they have identified efforts to strengthen cooperation in ecotourism among FEALAC member countries," said the director for inter-regional cooperation at the Foreign Ministry, Dian Wirengiurit, on Thursday, as quoted by Antara news agency.
The conference is being attended by around 200 representatives of 24 FEALAC member countries.
Wirengiurit said the conference follows a decision made by the FEALAC Working Group in a meeting in Korea in October 2007.
The decision acknowledged the importance of initiating programs supporting FEALAC efforts in enhancing cooperation between East Asian and Latin American countries, particularly in the economic and social fields.
Speakers at the two-day conference will include experts and officials from Brazil, Argentine, Korean, Japan, New Zealand, the Philippines and Indonesia.
The theme of the conference is "Towards Sustainable Ecotourism Development in East Asia and Latin America".
A survey of the tourism market shows that the market for ecotourism in Latin America and Europe was increasing by about 30 percent a year, while in Asia and Pacific the rate of increase is more than 20 percent a year.
The ecotourism market has also proven to easily adapt to changes in trends in tourism, and to have strong survival and fast recovery capability from different threats and challenges such as bombing incidents, war and even the SARS epidemic.
All FEALAC member countries possess natural beauty and unique culture to be offered as ecotourism potentials, and the development of nature and culture tourism products has beenincreasing in recent years in the two regions.
Among objectives of the conference were to raise awareness among all tourism stakeholders about the importance of responsible and sustainable ecotourism development, to exchangeexperience and best practices in developing ecotourism, and to establish FEALAC Ecotourism Network.
Established in 2001, FEALAC has 33 member countries including Australia, China, Japan, Korea, Laos, Malaysia, Mexico, Myanmar, Panama, Thailand and Peru.

Source: Antara , Thursday, 07/17/2008

Read more...

About This Blog

Lorem Ipsum

  © Free Blogger Templates Skyblue by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP